Peluncuran Situs Grebeg Onje

Ditandai pemotongan tumpeng oleh Tasdi yang diserahkan kepada Koordinator Pengelola Grebeg Onje Yudhia Patriana di Graha Adiguna komplek Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga.

“Saya sepakat lahirnya Grebeg Onje ini awal bagaimana Purbalingga tidak hanya dikenal di regional dan nasional, tapi juga mendunia. Maka peluncuran situs Grebeg Onje malam ini adalah jendela utama Purbalingga masuk ke kancah dunia,” ujar Bupati Tasdi yang mengharapkan situs ini dua bahasa.

Situs yang beralamat grebegonje.com ini tentang informasi seputar grebeg di Desa Onje yang rencananya digelar Kamis-Sabtu, 18-20 Mei 2017. Beragam kegiatan akan disuguhkan selama tiga hari dari pagi hingga malam hari.

Yudhia Patriana mengatakan, Onje yang termasuk desa tua di Purbalingga dikenal sebagai desa yang dalam sejarahnya mempunyai ketersambungan kuat dengan Kabupaten Purbalingga. “Mengadakan Grebeg Onje adalah upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat Purbalingga kepada rahim sejarahnya,” jelasnya.

Grebeg Onje hadir dalam bentuk upacara-upacara ritual sebagai sebuah strategi kultural yang diharapkan menjadi media kontemplasi sejarah. Digelar pada bulan Sadran menjelang Ramadan, warga Desa Onje dan Purbalingga pada umumnya bergembira dalam menyambut bulan puasa Ramadan.

Menurut pengelola konten grebegonje.com Bowo Leksono, situs ini tak hanya berbagi informasi Grebeg Onje, namun terkait Desa Onje pada umumnya. “Desa Onje sebagai desa wisata religi menyimpan banyak potensi. Ini yang membuat kami tertarik mengemas informasi Onje dalam tulisan, foto, dan video dengan tetap menjaga tatanan Desa Onje,” tuturnya.

Kala itu, sebagai sebuah kadipaten, Onje memiliki adipati bernama Anyakrapati yang merupakan titisan darah Raden Hadiwijaya atau Jaka Tingkir, raja Kerajaan Pajang. Darinya, bupati-bupati Purbalingga dilahirkan.

 


Bagikan ke Teman