Grebeg Onje

Onje, desa yang terletak sekitar 7 km arah utara kota Purbalingga. Masuk Kecamatan Mrebet, Desa Onje merupakan salah satu desa tua di Kabupaten Purbalingga karena dari sinilah, moyang bupati-bupati Purbalingga dilahirkan.Onje sebagai masa silam adalah akar bagi batang pohon Purbalingga masa kini. Ketersambungan ini akan membuat peradaban kita memiliki keutuhan sebagai sebuah ‘sajaroh’. Pohon yang sedang bersiap-siap melahirkan buah-buah masa depan yang sehat bagi kehidupan ummat manusia.

Dari Onje, pembangunan Kabupaten Purbalingga diberangkatkan. Artinya, kesadaran nilai Onje harus menjadi energi yang memantik setiap inspirasi pembangunan Purbalingga. Tanpa kesadaran ‘akar nilai’ semacam ini, kebijakan-kebijakan Purbalingga hanya merupakan adopsi inspirasi yang lahir dari sejarah orang lain. Ketersambungan dengan akar sejarah adalah syarat agar setiap langkah kebudayaan hari ini merupakan kontinuisasi masa silam leluhur sendiri.

Dalam perspektif asal-usul, Onje bisa disebut sebagai ‘orang tuanya’ Kabupaten Purbalingga. Di tanah Onje itulah, komposisi Jawa–Islam diramu menjadi sumber inspirasi kebudayaan masyarakat Purbalingga. Kyai Tepus Rumput adalah pelaksana titah Sultan Pajang untuk membuka tatanan politik yang mendasarkan diri pada konsep ‘Wali Sanga’. Sebagai anak sejarah Kadipaten Onje, Kabupaten Purbalingga harus menemukan formula ‘takdzim’ kepada orang tua falsafah kesejarahannya itu. Trah Onje (Hanyokropati) yang merupakan ‘benih’ dari Pajang adalah anugrah ‘semesta’ untuk tumbuhnya nilai otentik ke-Purbalingga-an.

Karena itu, gagasan mengadakan Grebeg Onje adalah upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat Purbalingga kepada rahim sejarahnya. Sebuah strategi kultural yang diharapkan menjadi media kontemplasi sejarah agar di dalam mengkreatifi masa depan tetap terkawal oleh inspirasi nilai-nilai leluhur.

Kita sering mendengar istilah jati diri bangsa. Jati diri bangsa dalam konteks dan skala lokal bisa dispesifikasi menjadi jati diri Purbalingga. Jadi, Grebeg Onje juga bisa dimaknai sebagai ikhtiar pendidikan tentang Nasionalisme. Karena Nasionalisme adalah kesadaran ‘handarbeni’, yaitu rasa bangga kepada sejarah dan budayanya sendiri. Erosi nilai-nilai kebangsaan dewasa ini, dimana segala sesuatu yang bersifat lokalitas ditimbun kebudayaan global, Grebeg Onje mencoba kami hadirkan untuk menjadi alat kejut bagi masyarakat modern yang sedang mengalami pingsan kultural.


Bagikan ke Teman